Masya Allah...!!! Ini Alasannya Mengapa Doa Ibu Mampu Menembus Langit dan Mengguncang Arsy Allah...!!!



Hal itu tentunya menandakan kalau Allah Maha Tahu bila nantinya bakal ada saat di mana anak banyak tidak berbakti pada orang tuanya. Dan sebenarnya, dari dahulu sampai sekarang ini telah banyak cerita dan masalah mengenai anak durhaka pada orang tuanya. 
“Dan Kami perintahkan pada manusia (berbuat baik) pada dua orang ibu-bapanya ; ibunya sudah mengandungnya dalam kondisi lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua th.. Syukurlah kepadaKu dan pada dua orang ibu bapakmu, cuma kepada-Kulah kembalimu. ” (Qs. Luqman : 14) 
Ayat di atas mengatakan keutamaan seseorang ibu yang memiliki kandungan dalam keadaan lemah bertambah-tambah dan m3nyusu!. Dengan hal tersebut kita dapat tahu bagaimana posisi Ibu dalam islam. Beliau sangat mulia dan harus dimuliakan, bahkan juga melebihi posisi seseorang bapak. 
Kita juga tentu ingat mengenai cerita Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang pernah di tanya oleh sahabatnya tentang orang yang harus kita hormati. Beliau menjawab “Ibumu” sampai tiga kali lalu barulah menjawab “Ayahmu” sesudahnya. 
Demikian mulianya seseorang Ibu hingga mesti kita hormati sampai tiga kali semakin besar dibanding dengan seseorang bapak. Bagaimana tidak? Pengorbanan seseorang ibu pada anaknya sangat besar. 
Sesudah bersusah payah memiliki kandungan sepanjang sembilan bln., lalu m3nyusu! sampai sang anak berusia dua th. dan lalu membesarkannya sampai dewasa dan dapat mengurusi sendiri dan berumah tangga. 
Bahkan juga mungkin saja sesudah berkeluarga juga masihlah saja ada yang merepotkan ibunya. Kita tentu tahu ada arti ‘syurga di telapak kaki ibu’. Namun tahukah anda kalau tidak cuma syurga saja yang dibawanya tetapi juga sekolah kehidupan. 
Disangkal atau tidak, peran seseorang ibu dalam mengurusi dan mendidik anaknya memanglah semakin besar dari peran seseorang bapak. 
Riset yang dikerjakan di Amerika Serikat, memberikan kalau anak yang dirawat oleh ibunya mulai sejak kecil lebih cerdas dibandikan anak yang dirawat oleh ayahnya. 
Riset ini berdasar pada penelitian yang dikerjakan pada beberapa anak atas kekuatan memikirkan sepanjang masa kanak-kanak atau mendekati remaja. Dan dapat dibuktikan kalau peran seseorang ibu sangat utama dalam menumbuh kembangkan kecerdasan anak. 
Syukurlah bila masihlah mempunyai otang tua, terutama ibu. Ia bakal selalu mendoakan kita dalam tiap-tiap shalatnya, dalam setiap saat sepertiga malam-malamnya. 
Tahukah anda kalau seorang yang berhasil umumnya lebih dekat dengan ibunya. Karena kesuksesannya senantiasa didoakan oleh sang ibu. Siang, malam, pagi dan petang. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda : 
“Tiga jenis kelompok yang dirinya mustajab dan tidak diragukan lagi kedahsyatannya. Yaitu doa orangtua pada anaknya, doa musafir (orang yang tengah pergi), dan orang yang didzalimi. ” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Oleh karenanya telah sepatutnya kita patuh dan hormat pada ibu. Jangan sampai menyakiti hatinya, karena doa seseorang ibu dapat menggetarkan arsy Allah dan menghasilkan ijabah dari Allah Azza wa Jalla. 
Seperti ditulis Islampost, Tidaklah mustahil bila sangat beberapa orang orang berhasil di semua dunia ini karena memiliki jalinan yang baik dengan ke-2 orang tuanya terutama pada ibu. 

Mengapa? Karena ridha Allah adalah ridha orangtua, dan doa ibu itu sungguh tanpa ada hijab dihadapan Allah gampang menembus langit. Hingga doa seseorang ibu yang ia dipanjatkan untuk anaknya bisa jadi begitu gampang untuk Allah kabulkan. 
Mungkin saja beberapa orang masihlah tidak sadar kalau peluang kesuksesan-kesuksesannya sampai kini yaitu buah dari doa seseorang ibu pada Allah tanpa ada ia kenali. 
Dan seseorang ibu itu tanpa ada diminta pastinya akan senantiasa mendoakan anaknya ditiap nafasnya saat bermunajat pada Allah. Namun seseorang anak belum pasti senantiasa berdoa untuk orang tuanya. 
Bila seperti ini jadi tragis. Mengapa tragis? Karena sangat konsentrasi dengan secuil kekurangan orangtua dan melupakan segudang kebaikan yang sudah diberikan pada kita sampai kini. 
Diluar sana mungkin saja ada beberapa orang di tepi jalanan, dibawah kolong jembatan dan ditempat yang lain mereka juga sukai mengeluh, namun yang mereka keluhkan adalah bukanlah karena karakter orangtua atau ibu mereka, namun mereka mengeluh karena mereka tidak miliki lagi orangtua. 
Syukurlah bila masihlah memiliki orangtua. Bila menginginkan tahu rasa-rasanya tidak miliki ibu, cobalah tanyakan pada mereka yang ibu nya sudah tidak ada. Mungkin saja perasaan mereka begitu sedih dan kekurangan motivasi dalam kehidupan. 
Cobalah pikirkan bila kita tidak miliki ibu, saat kita bakal pergi ke luar tempat tinggal untuk sekolah atau bekerja, tidak ada lagi tangan yang dapat kita cium. 
Bila tidak miliki ibu mungkin saja tidak ada lagi makanan yang ada di meja makan waktu kita pulang. Bila kita tidak miliki ibu lagi saat hari lebaran tempat tinggal merasa sepi dan lebaran merasa tanpa ada arti. 
Bila kita tidak miliki ibu mungkin kita cuma dapat memikirkan muka tulusnya di fikiran kita dan lihat baju-bajunya di lemarinya. 
Banyak diantara kita sukai mengeluh mengenai karakter negatif ibu kita, namun kita tidak pernah berpikir mungkin saja nyaris tiap-tiap malam ibu kita di keheningan sepertiga malam, bangun untuk shalat tahajud mendoakan kita hingga bercucuran air mata supaya berhasil dunia dan akhirat. 
Mungkin saja di satu malam beliau pernah mendatangi kita waktu tidur dan mengucap dengan bisik “nak, maafkan ibu ya… ibu belum dapat jadi ibu yang baik bagimu” 
Kita mungkin saja juga lupa di waktu keadaan ekonomi rumah tangga kurang baik, ibu ikhlas tidak makan supaya jatah makannya dapat dikonsumsi anaknya. 
Saat kita masihlah kecil ibu sangka ikhlas tidur dan lantai dan tanpa ada selimut, supaya kita dapat tidur nyaman di kasur dengan selimut yang hangat. 
Sesudah semuanya pengorbanan sudah didapatkan dari ibu kita sampai kini, lantas cobalah pikirkan apa yang kita perbuat sampai kini pada ibu kita? 
Kapan paling akhir kita bikin dosa padanya? Kapan paling akhir kita membentak-bentaknya? Pantaskah kita membentak ibu kita yang sepanjang sembilan bln. memiliki kandungan dengan penuh penderitaan? 
Oleh karenanya jadi berusahalah untuk berbakti pada orang tuamu terutama pada Ibumu. Karena hari esok kita ada di desah doa-doanya tiap-tiap malam. 
Dan ingat tingkah laku kita dengan orangtua kita sekarang ini bakal mencerminkan tingkah laku anak kita pada diri kita kelak. 
Dan doa ibu itu dapat menembus langit, begitu mustajab dihadapan Allah. jadi muliakanlah ibumu.

CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO

TERIMA KASIH Sudah Membaca dan Membagikan. Silahkan Masukkan Email Anda untuk Berlangganan Secara Gratis di Bawah Ini dan Tekan Tombol Subscribe

loading...